Kamis, 04 Mei 2017

apa yang saya lakukan pada passion saya tersebut

Dalam menerapkan passion yang saya dalami yaitu Sistem Informasi Akuntansi, awalnya sedikit sulit namun kata kesulitan itu saya lawan dan akhirnya menjadi ketertarikan yang mendasar dalam diri saya. Hal yang saya lakukan dalam meneruskan passion ini, saya mulai belajar untuk percaya pada diri saya sendiri bahwa saya mampu untuk menjalaninya.

Sistem Informasi Keuangan terdiri dari 3 subsistem, yaitu sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian, sistem pelaporan keuangan, sistem penutupan dan pembalikan. Dalam sistem informasi akuntansi ini yang saya senangi adalah dapat menghasilkan laporan keuangan seperti laporan laba/rugi.


Untuk memperdalam mata kuliah ini, saya mencoba mempelajari rumus-rumus yang ada pada mata kuliah ini. Dengan rutin mengulang-ulang rumus, hasil yang saya dapatkan cukup puas dan semoga ini awal yang baik untuk saya kedepannya.

Nama : Leni Ardiyanti
Kelas : 4KA14
Npm  : 14113953  

Professionalisme terhadap bidang yang di dalami

Professionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankanya. Jadi, professionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang professional.

Sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara dimana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Sistem Informasi Akuntansi adalah susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.

Professionalisme apakah yang saya dapatkan selama menjadi Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi ?


Selama menjadi Mahasiswi jurusan Sistem Informasi, banyak pelajaran yang saya dapatkan, dari teori, praktek, seminar, kursus, workshop semua ini telah saya jalani. Namun ketertarikan saya mulai muncul pada saat mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Pada ketertarikan saya ini bisa disebut sebagai professionalisme dan bisa disebut sebagai passion yang saya dalami.

Nama : Leni Ardiyanti
Kelas : 4KA14
Npm  : 14113953

Minggu, 05 Juni 2016

Cerita Penutup Kepala


Salah satu warisan budaya kita yang sering terlewatkan adalah penutup kepala. Berbagai bentuk, cara dan penggunaan bahan yang mewakili berbagai daerah di Indonesia, antara lain, Aceh, Karo, Nias. Bermacam-macam tutup kepala dengan berbagai istilah, seperti kuluk atau tekuluk digunakan diberbagai propinsi dikepulauan Indonesia, selain sebegai penanda derajat atau suku, juga memiliki fungsi praktis seperti melindungi kepala dari cuaca. Karena kepala merupakan bagian tubuh yang sacral dan sangat dilindungi.


Belakangan ini penutup kepala menjadi popular kembali melalui busana-busana yang mengacu pada tata cara busana yang agamis. Sehingga kita perlu mengenali beberapa gaya penutup yang dapat menginspirasi para perancang busana dalam mewujudkan total outlooknya. Sebagai pembanding kita dapat juga melihat beberapa penutup kepala yang ada pada masyarakat negeri-negeri lain selain apa yang merupakan bagian dari warisan budaya kita sendiri.

Inovasi dalam Fashion ( Kemampuan akan terobosan-terobosan kreatif )


Tumbuhnya angkatan kerja, yang besar dibanding kebutuhan dan daya serap yang ada. Sementara perkembangan teknologi semakin meniadakan kebutuhan tenaga kerja. Semua harus diantisipasi oleh kreativitas yang harus lahir dari insan muda. Persaingan dinamika yang menjadikan kehidupan muda, menjadi dinamis dan mungkin juga chaotic. Meninspirasikan warna-warna yang aneka ragam, colorfull, tekstur yang beragam dalam komposisi tidak lazim, dalam siluet yang bebas.

Spektakuler dalam Fashion ( Kehadiran pribadi yang unik Sedang )


Adanya pertumbuhan penduduk yang cepat juga diiringi dengan semakin jauhnya perbedaan tingkat ekonomi, mendorong keinginan seorang untuk tampil dan hadir secara menyolok, dalam keadaan masyarakat yang cenderung materialistis. Warna-warna glamor seperti emas dan perak. Siluet monumental dan texture yang bebas.

Sabtu, 21 Mei 2016

Resensi Novel





Judul                           : My Idiot Brother
Penulis                         : Agnes Davonar
Penerbit                       : Inandra Published
Sutradara                     : Alyandra
Produser                      : Hamdhani
Studio                         : Rumah Satu Film
Tempat Terbit              : Jalan TPI 2 nomor 6, Jakarta
Tahun Terbit                : November 2011
Halaman Buku             : 267 halaman
ISBN                           : 978-979-18346-8-1
Tebal Buku                  : 20 cm
Pemain                         : Adila Fitri, Ali Mensan, Kimberly Ryder, Aaron Ashab, Cindy
  Fatikasari, Donny Kesuma, Merry Riana, Samuel Rizal, Fenita Arie,
  Lula Kamal


Synopsis :

My Idiot Brother dari kisah novel Agnes Davonar tentang Angel gadis remaja berusia 15 tahun tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra yang terlahir dengan keterbelakangan mental. Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak pernah bersedih hati. Hendra anak yang berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.

Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya si idiot. Angel selalu mendapatkan hinaan dan cacian teman-teman sekolahnya. Agnes lah orang yg sangat membenci Angel karena dianggap sebagai ancaman dia untuk mendapatkan hati Aji.

Kehidupan Hendra  dengan dunianya sendiri namun tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, aji mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi ratu dalam acara pesta tersebut. Sayangnya pesta itu berakhir ricuh karena kehadiran kakak Angel, yang membuat Angel begitu malu kedatangan kakaknya yg terbelakang mental penuh perjualangan & sebenarnya bermaksud baik mengantarkan kado yang tertinggal. Pesta Ricuh dan Angel lari dan mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya selain Hendra. Demi cintanya kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun ternasuk nyawanya sendiri untuk Angel.


Analisis Unsur Intrinsik :

Tema                  : Pengorbanan kakak kepada adiknya (Keluarga)

Latar                   : Rumah, Sekolah, Lapangan, Rumah sakit, Cafe Hijau

Alur                    : Maju

Tokoh                 : Angel, Hendra, Agnes, Aji, Ibu, Ayah

Perwatakan        :
1.      Angel orang yang tomboy dan jahat terhadap kakaknya Hendra
2.      Hendra orang yang penyayang, rela berkorban, sangat menyayangi adiknya Angel
3.      Agnes orang yang sombong, congkak, dan angkuh
4.      Aji orang yang baik, sopan, tidak sombong
5.      Ibu orang yang perhatian dan sangat sayang kepada anak-anaknya. Terkadang emosi ibu juga tidak terkendali.
6.      Ayah orang yang bertanggungjawab, dan sangat menyayangi anaknya sama seperti ibu.

Sudut Pandang   : Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Utama


Analisis Unsur Ekstrinsik :

Nilai Moral :
Kebahagian bukan datang dari suatu kesenangan. namun, kebahagiaan datang dari ketulusan diri kita untuk menghilangkan rasa kebencian kita kepada seseorang.

Nilai Sosial :
Saudara yang baik akan mau dan mampu memberikan apapun yang di butuhkan saudaranya. Sekalipun hal itu adalah nyawa. Karena saudara akan selalu menyayangi saudaranya.

Nilai ketuhanan :
Menerima keadaan kita apa adanya karena ALLAH telah membuat takdirnya untuk kita masing masing. Kita juga harus jujur dengankeadaan kita, kita tidak boleh lari dari kenyataan.


Keunggulan Novel :

Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot atau alur dengan sangat baik. jadi para pembaca  tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini. Tema yang diangkat juga menarik, karena bertema tentang seorang yang berpenyakit down syndrom. Latar suasana, waktu maupun tempat, tergambarkan dengan jelas dalam novel tersebut.


Kelemahan Novel :

Pada akhir cerita, Angel yang sedang koma karena kecelakaan dapat mendeskripsikan sesuatu yang sedang terjadi “Ini sudah hari kedua dan tidak ada perubahan padaku. Aku masih koma dan tidak sadarkan diri”.


Saran :

Kita harus menerima apapun keadaan saudara kita dengan ikhlas, jangan malah malu dengan keadaan saudara kita tersebut. Seharusnya sebagai saudara harus saling membantu dan saling menyanyangi, sebab tak ada yang lebih berharga di dunia ini selain seorang saudara, apalagi seorang kakak kandung.

Minggu, 17 April 2016

Persahabatan Yang Singkat


( Kriing.. kring.. kriing… ) bel sekolah pun berbunyi tanda hari telah menunjukkan pukul 07.00, waktunya kami untuk berbaris di depan kelas sebelum memasuki ruang kelas. Seperti biasa kami melakukan baris-berbaris sebelum masuk kelas dan tidak lupa sambil memeriksa kuku terlebih dahulu. Kalau ada kuku yang panjang pasti kami selalu di pukul dengan penggaris panjang bahkan ada yang sampai memakai sapu lantai. Namanya kami masih anak SD pastilah kami sering sekali melakukan pelanggaran ini. Saya mendapat urutan paling depan pada saat itu. Aduuuhh…( ujar saya ) ketika pemimpin barisan memukul tangan saya karna saya lupa memotong kuku dirumah. Satu persatu saya dan teman-teman memasuki ruang kelas sambil bercanda satu sama lain dan saya pun duduk di salah satu bangku, tepatnya di pojok kanan baris nomer 2.

            Tidak lama saya duduk, ada seorang anak perempuan pindahan dari sekolah lain yang ingin duduk di bangku saya, dengan rasa canggung dia perlahan menduduki bangku di sebelah saya. Saya pun menegor sapa dia,
Haiii.. nama kamu siapa ? ( ujar saya )
Namaku ayu
Salam kenal yaaa ayu ( ujar saya )

            Hari ini pun pelajaran pertama dimulai. Jadwal hari ini ialah pelajaran menggambar, dimana saya dan teman-teman yang lain telah membawa perlengkapan menggambar dari rumah. Bu guru menyuruh kami untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 2 orang. Berhubung saya duduk dengan ayu, maka saya putuskan untuk membuat kelompok berdua. Saya merasa bingung mau menggambar apa. Ayu dengan asiknya dia menggambar Hotel Bintang 5. Tanpa pikir panjang saya pun membantu dia untuk membuat gambar hotel bintang 5, sambil tertawa saya dan ayu membuat gambar sambil mewarnai.

            Tibalah waktu penilaian. Berhubung saya dan ayu duduk di bangku nomer 2, maka saya mendapat giliran maju kedepan nomer 2 untuk penilaian. Setelah orang pertama maju maka kini giliran kita berdua, bu guru melihat-lihat gambar kita berdua dan memberi nilai 90. Waah, saya dan ayu merasa senang karna mendapat nilai 90, ya walaupun bukan 100 tapi nilai 90 sudah cukup baik untuk kita. Cukup sudah pelajaran hari ini berlangsung, waktunya kami untuk pulang kerumah masing-masing.

            Keesokan harinya adalah jadwal olahraga, kami melakukan olahraga kasti. Dimana olahraga ini membagi kami dalam 2 kelompok, kelompok A dan kelompok B. Seperti biasa saya dan ayu satu kelompok, tergabung kedalam kelompok A. Sekarang adalah giliran kelompok kami yang main, saya berada diurutan kedua. Setelah orang pertama selesai memukul bola kastinya, kini giliran saya yang harus memukul. Aduuhh saya takut sekali pada saat itu, takut terkena kepala saya. Tapi rasa takut itu hilang ketika saya berhasil memukul bola dan bola terlempar jauh dari lapangan, ini kesempatan saya untuk kembali menuju ke barisan kelompok A lagi. Selanjutnya orang ketiga yang mendapat giliran, ini saatnya ayu yang memukul bola. Ayoo ayu kamu pasti bisa !!! ( ujar saya sambil berteriak ). Sama seperti saya, ayu pun terlihat dari ekspresi wajahnya yang takut akan terkena kepalanya. Pada saat bola di lempar, “tuukk” lemparan ayu pun berhasil melambung jauh, dan ayu mempunyai kesempatan untuk bisa berlari menuju ke barisan A lagi. Kami pun bersorak ria sambil meledek kelompok B. Begitupun selanjutnya sampai orang terakhir dan sampai kelompok A bergantian berjaga. Sekian lama kami mengikuti pelajaran olahraga dan waktu pun sudah menunjukan pukul 12.00, saatnya kami menyudahkan pelajaran olahraga hari ini dan kami pun pulang kerumah masing-masing.

            Karna sudah memakai baju olahraga, saya dan ayu pun memutuskan untuk bermain dahulu di depan rumah ayu, kita bermain bola bekel, bermain karet dan bermain monopoli   pada saat itu. Kita berdua sangat girang pada saat bermain. Di dalam rumah ayu, ada bude dan ( alm ) pakde ayu, mereka sangat baik kepada saya, membuatkan kita berdua makanan dan minuman. Tidak kenal lelah kita berdua bermain dari siang sampai sore ( maghrib ). Sangkin keasikannya, waktu sudah menunjukan pukul 18.00 ( jam 6 sore ), saatnya saya untuk pulang karna takut di marahi pulang terlalu sore, maka saya mengajak ayu untuk kerumah saya, sebagai bukti bahwa saya bermain dirumahnya.

            Sekian lama kita berdua kenal, sekian lama kita menghabiskan waktu di sekolah maupun diluar sekolah, kini saatnya kita berdua berpisah karna kita sudah melewati masa kelas 6 SD. Dimana ayu akan pergi meninggalkan saya dan bude untuk menyusul orangtuanya yang tinggal di Tangerang, dan ayu pun melanjutkan SMP, SMA dan kuliahnya disana bersama kedua orangtuanya dan adiknya. Perkenalan ini tidak akan saya lupakan sampai sekarang. Dan sampai detik ini saya sulit untuk bertemu dengan teman di masa kecil saya.