Minggu, 05 Juni 2016

Cerita Penutup Kepala


Salah satu warisan budaya kita yang sering terlewatkan adalah penutup kepala. Berbagai bentuk, cara dan penggunaan bahan yang mewakili berbagai daerah di Indonesia, antara lain, Aceh, Karo, Nias. Bermacam-macam tutup kepala dengan berbagai istilah, seperti kuluk atau tekuluk digunakan diberbagai propinsi dikepulauan Indonesia, selain sebegai penanda derajat atau suku, juga memiliki fungsi praktis seperti melindungi kepala dari cuaca. Karena kepala merupakan bagian tubuh yang sacral dan sangat dilindungi.


Belakangan ini penutup kepala menjadi popular kembali melalui busana-busana yang mengacu pada tata cara busana yang agamis. Sehingga kita perlu mengenali beberapa gaya penutup yang dapat menginspirasi para perancang busana dalam mewujudkan total outlooknya. Sebagai pembanding kita dapat juga melihat beberapa penutup kepala yang ada pada masyarakat negeri-negeri lain selain apa yang merupakan bagian dari warisan budaya kita sendiri.

Inovasi dalam Fashion ( Kemampuan akan terobosan-terobosan kreatif )


Tumbuhnya angkatan kerja, yang besar dibanding kebutuhan dan daya serap yang ada. Sementara perkembangan teknologi semakin meniadakan kebutuhan tenaga kerja. Semua harus diantisipasi oleh kreativitas yang harus lahir dari insan muda. Persaingan dinamika yang menjadikan kehidupan muda, menjadi dinamis dan mungkin juga chaotic. Meninspirasikan warna-warna yang aneka ragam, colorfull, tekstur yang beragam dalam komposisi tidak lazim, dalam siluet yang bebas.

Spektakuler dalam Fashion ( Kehadiran pribadi yang unik Sedang )


Adanya pertumbuhan penduduk yang cepat juga diiringi dengan semakin jauhnya perbedaan tingkat ekonomi, mendorong keinginan seorang untuk tampil dan hadir secara menyolok, dalam keadaan masyarakat yang cenderung materialistis. Warna-warna glamor seperti emas dan perak. Siluet monumental dan texture yang bebas.

Sabtu, 21 Mei 2016

Resensi Novel





Judul                           : My Idiot Brother
Penulis                         : Agnes Davonar
Penerbit                       : Inandra Published
Sutradara                     : Alyandra
Produser                      : Hamdhani
Studio                         : Rumah Satu Film
Tempat Terbit              : Jalan TPI 2 nomor 6, Jakarta
Tahun Terbit                : November 2011
Halaman Buku             : 267 halaman
ISBN                           : 978-979-18346-8-1
Tebal Buku                  : 20 cm
Pemain                         : Adila Fitri, Ali Mensan, Kimberly Ryder, Aaron Ashab, Cindy
  Fatikasari, Donny Kesuma, Merry Riana, Samuel Rizal, Fenita Arie,
  Lula Kamal


Synopsis :

My Idiot Brother dari kisah novel Agnes Davonar tentang Angel gadis remaja berusia 15 tahun tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra yang terlahir dengan keterbelakangan mental. Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak pernah bersedih hati. Hendra anak yang berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.

Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya si idiot. Angel selalu mendapatkan hinaan dan cacian teman-teman sekolahnya. Agnes lah orang yg sangat membenci Angel karena dianggap sebagai ancaman dia untuk mendapatkan hati Aji.

Kehidupan Hendra  dengan dunianya sendiri namun tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, aji mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi ratu dalam acara pesta tersebut. Sayangnya pesta itu berakhir ricuh karena kehadiran kakak Angel, yang membuat Angel begitu malu kedatangan kakaknya yg terbelakang mental penuh perjualangan & sebenarnya bermaksud baik mengantarkan kado yang tertinggal. Pesta Ricuh dan Angel lari dan mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya selain Hendra. Demi cintanya kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun ternasuk nyawanya sendiri untuk Angel.


Analisis Unsur Intrinsik :

Tema                  : Pengorbanan kakak kepada adiknya (Keluarga)

Latar                   : Rumah, Sekolah, Lapangan, Rumah sakit, Cafe Hijau

Alur                    : Maju

Tokoh                 : Angel, Hendra, Agnes, Aji, Ibu, Ayah

Perwatakan        :
1.      Angel orang yang tomboy dan jahat terhadap kakaknya Hendra
2.      Hendra orang yang penyayang, rela berkorban, sangat menyayangi adiknya Angel
3.      Agnes orang yang sombong, congkak, dan angkuh
4.      Aji orang yang baik, sopan, tidak sombong
5.      Ibu orang yang perhatian dan sangat sayang kepada anak-anaknya. Terkadang emosi ibu juga tidak terkendali.
6.      Ayah orang yang bertanggungjawab, dan sangat menyayangi anaknya sama seperti ibu.

Sudut Pandang   : Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Utama


Analisis Unsur Ekstrinsik :

Nilai Moral :
Kebahagian bukan datang dari suatu kesenangan. namun, kebahagiaan datang dari ketulusan diri kita untuk menghilangkan rasa kebencian kita kepada seseorang.

Nilai Sosial :
Saudara yang baik akan mau dan mampu memberikan apapun yang di butuhkan saudaranya. Sekalipun hal itu adalah nyawa. Karena saudara akan selalu menyayangi saudaranya.

Nilai ketuhanan :
Menerima keadaan kita apa adanya karena ALLAH telah membuat takdirnya untuk kita masing masing. Kita juga harus jujur dengankeadaan kita, kita tidak boleh lari dari kenyataan.


Keunggulan Novel :

Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot atau alur dengan sangat baik. jadi para pembaca  tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini. Tema yang diangkat juga menarik, karena bertema tentang seorang yang berpenyakit down syndrom. Latar suasana, waktu maupun tempat, tergambarkan dengan jelas dalam novel tersebut.


Kelemahan Novel :

Pada akhir cerita, Angel yang sedang koma karena kecelakaan dapat mendeskripsikan sesuatu yang sedang terjadi “Ini sudah hari kedua dan tidak ada perubahan padaku. Aku masih koma dan tidak sadarkan diri”.


Saran :

Kita harus menerima apapun keadaan saudara kita dengan ikhlas, jangan malah malu dengan keadaan saudara kita tersebut. Seharusnya sebagai saudara harus saling membantu dan saling menyanyangi, sebab tak ada yang lebih berharga di dunia ini selain seorang saudara, apalagi seorang kakak kandung.

Minggu, 17 April 2016

Persahabatan Yang Singkat


( Kriing.. kring.. kriing… ) bel sekolah pun berbunyi tanda hari telah menunjukkan pukul 07.00, waktunya kami untuk berbaris di depan kelas sebelum memasuki ruang kelas. Seperti biasa kami melakukan baris-berbaris sebelum masuk kelas dan tidak lupa sambil memeriksa kuku terlebih dahulu. Kalau ada kuku yang panjang pasti kami selalu di pukul dengan penggaris panjang bahkan ada yang sampai memakai sapu lantai. Namanya kami masih anak SD pastilah kami sering sekali melakukan pelanggaran ini. Saya mendapat urutan paling depan pada saat itu. Aduuuhh…( ujar saya ) ketika pemimpin barisan memukul tangan saya karna saya lupa memotong kuku dirumah. Satu persatu saya dan teman-teman memasuki ruang kelas sambil bercanda satu sama lain dan saya pun duduk di salah satu bangku, tepatnya di pojok kanan baris nomer 2.

            Tidak lama saya duduk, ada seorang anak perempuan pindahan dari sekolah lain yang ingin duduk di bangku saya, dengan rasa canggung dia perlahan menduduki bangku di sebelah saya. Saya pun menegor sapa dia,
Haiii.. nama kamu siapa ? ( ujar saya )
Namaku ayu
Salam kenal yaaa ayu ( ujar saya )

            Hari ini pun pelajaran pertama dimulai. Jadwal hari ini ialah pelajaran menggambar, dimana saya dan teman-teman yang lain telah membawa perlengkapan menggambar dari rumah. Bu guru menyuruh kami untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 2 orang. Berhubung saya duduk dengan ayu, maka saya putuskan untuk membuat kelompok berdua. Saya merasa bingung mau menggambar apa. Ayu dengan asiknya dia menggambar Hotel Bintang 5. Tanpa pikir panjang saya pun membantu dia untuk membuat gambar hotel bintang 5, sambil tertawa saya dan ayu membuat gambar sambil mewarnai.

            Tibalah waktu penilaian. Berhubung saya dan ayu duduk di bangku nomer 2, maka saya mendapat giliran maju kedepan nomer 2 untuk penilaian. Setelah orang pertama maju maka kini giliran kita berdua, bu guru melihat-lihat gambar kita berdua dan memberi nilai 90. Waah, saya dan ayu merasa senang karna mendapat nilai 90, ya walaupun bukan 100 tapi nilai 90 sudah cukup baik untuk kita. Cukup sudah pelajaran hari ini berlangsung, waktunya kami untuk pulang kerumah masing-masing.

            Keesokan harinya adalah jadwal olahraga, kami melakukan olahraga kasti. Dimana olahraga ini membagi kami dalam 2 kelompok, kelompok A dan kelompok B. Seperti biasa saya dan ayu satu kelompok, tergabung kedalam kelompok A. Sekarang adalah giliran kelompok kami yang main, saya berada diurutan kedua. Setelah orang pertama selesai memukul bola kastinya, kini giliran saya yang harus memukul. Aduuhh saya takut sekali pada saat itu, takut terkena kepala saya. Tapi rasa takut itu hilang ketika saya berhasil memukul bola dan bola terlempar jauh dari lapangan, ini kesempatan saya untuk kembali menuju ke barisan kelompok A lagi. Selanjutnya orang ketiga yang mendapat giliran, ini saatnya ayu yang memukul bola. Ayoo ayu kamu pasti bisa !!! ( ujar saya sambil berteriak ). Sama seperti saya, ayu pun terlihat dari ekspresi wajahnya yang takut akan terkena kepalanya. Pada saat bola di lempar, “tuukk” lemparan ayu pun berhasil melambung jauh, dan ayu mempunyai kesempatan untuk bisa berlari menuju ke barisan A lagi. Kami pun bersorak ria sambil meledek kelompok B. Begitupun selanjutnya sampai orang terakhir dan sampai kelompok A bergantian berjaga. Sekian lama kami mengikuti pelajaran olahraga dan waktu pun sudah menunjukan pukul 12.00, saatnya kami menyudahkan pelajaran olahraga hari ini dan kami pun pulang kerumah masing-masing.

            Karna sudah memakai baju olahraga, saya dan ayu pun memutuskan untuk bermain dahulu di depan rumah ayu, kita bermain bola bekel, bermain karet dan bermain monopoli   pada saat itu. Kita berdua sangat girang pada saat bermain. Di dalam rumah ayu, ada bude dan ( alm ) pakde ayu, mereka sangat baik kepada saya, membuatkan kita berdua makanan dan minuman. Tidak kenal lelah kita berdua bermain dari siang sampai sore ( maghrib ). Sangkin keasikannya, waktu sudah menunjukan pukul 18.00 ( jam 6 sore ), saatnya saya untuk pulang karna takut di marahi pulang terlalu sore, maka saya mengajak ayu untuk kerumah saya, sebagai bukti bahwa saya bermain dirumahnya.

            Sekian lama kita berdua kenal, sekian lama kita menghabiskan waktu di sekolah maupun diluar sekolah, kini saatnya kita berdua berpisah karna kita sudah melewati masa kelas 6 SD. Dimana ayu akan pergi meninggalkan saya dan bude untuk menyusul orangtuanya yang tinggal di Tangerang, dan ayu pun melanjutkan SMP, SMA dan kuliahnya disana bersama kedua orangtuanya dan adiknya. Perkenalan ini tidak akan saya lupakan sampai sekarang. Dan sampai detik ini saya sulit untuk bertemu dengan teman di masa kecil saya.

Solidaritas


Saat memasuki suatu organisasi, pastilah kita menemukan yang disebut sebagai solidaritas. Solidaritas disini, ialah orang yang mampu membantu segala urusan yang orang lain kesulitan akan permasalahan yang sedang dihadapi. Paling mudah untuk menemukan orang yang mempunyai solidaritas yang tinggi, adalah dengan cara mengikuti suatu kegiatan yang mencangkup banyak orang, contohnya kegiatan disekolah. Dimulai dari teman-teman disekolah kita dapat memiliki rasa solidaritas. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki rasa solidaritas karena kesibukannya bekerja. Maka dari itu para orangtua wajib memberikan arahan untuk anaknya agar bisa bersolidaritas di lingkungannya.

Mahasiswa


Setelah berakhir masa-masa disekolah, banyak orang yang memilih untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Namun, ada sebagian orang yang tidak ingin kuliah melainkan ingin bekerja saja. Berkuliah atau bekerja adalah hal yang sama-sama menguntungkan bagi siapa saja yang berkomitmen dalam dirinya. Menjadi seorang mahasiswa, kita dibekali akan bagaimana cara menghadapi dunia luar yang keras. Seorang mahasiswa tidak harus dituntut dalam setiap mata kuliah yang mereka ambil harus bisa, mereka bisa saja mengikuti perkuliahan hanya untuk mendapatkan grade nilai A. Disetiap Universitas berbeda tata cara penyampaiannya. Setiap mahasiswa harus mampu mengikuti setiap prosedur-prosedur apa saja yang sudah ditetapkan oleh Perguruan tinggi.

Dunia Pendidikan


Semua yang berhubungan dalam dunia pendidikan sangatlah berpengaruh besar bagi semua peserta didik. Tidak hanya materi pelajarannya saja, melainkan dari cara pergaulan dan cara guru menyampaikan setiap materi yang diberikan. Peserta didik akan mencerna dan menerapkan hal apa saja yang mereka lihat dan mereka dengar. Bagi persoalan belajar, peserta didik tidak hanya mendapatkan disekolahnya saja, melainkan bisa belajar dirumah ( terutama bagi siswa sekolah dasar ). Seiring berjalannya waktu, pelajaran yang diberikan akan semakin rumit dan sulit, karena kurikulum yang kian maju para peserta didik akan lebih menguras pola pikir mereka. Banyak sekali orangtua murid yang memasukkan anaknya ke bimbingan belajar diluar jam sekolah. Hal ini tentu akan lebih membuat anak-anak sibuk akan waktunya yang terkuras untuk belajar. Para orangtua hanya tau kalau anak mereka selalu menghabiskan waktu untuk belajar, tanpa mereka tau bahwa anak-anak juga perlu yang namanya refresing.

Sabtu, 19 Maret 2016

Deskripsi Diri



       Nama saya Leni Ardiyanti, saya anak ketiga dari 3 bersaudara. Umur saya ditahun ini menginjak angka kepala dua yaitu 20 tahun. Sekarang saya sudah memasuki kuliah tingkat 3 ( semester 5 ). Saya berkuliah karna faktor dukungan dari keluarga dan juga kemauan dari diri sendiri. Saya mempunyai 2 kakak, dua-duanya berjenis kelamin perempuan, jarak saya dengan kakak pertama 10 tahun, dan jarak saya dengan kakak saya yang kedua 7 tahun. Saya sayang sekali dengan kedua kakak saya. Saya paling dekat sekali dengan kakak saya yang pertama, dari saya memasuki Sekolah Dasar ( SD ) saya selalu ditemani oleh kakak saya, disaat mengerjakan pekerjaan rumah ( PR ) pun saya selalu diajari oleh kakak saya, mungkin juga karna faktor orangtua saya yang sibuk bekerja. Saya tidak pernah dimanja oleh orangtua saya dan kakak-kakak saya, tetapi saya yang selalu memanjakan diri saya dengan mereka, karna dipikiran saya anak terakhir itu identik dengan dimanja oleh keluarganya. Saat saya memasuki Sekolah Dasar ( SD ), saya merasa malu dan takut melihat teman-teman yang banyak karna sebelumnya saya tidak TK terlebih dahulu melainkan langsung memasuki Sekolah Dasar. Dihari pertama saya masuk, Ibu guru ( Almh Nurmawati ) menanyakan “siapa namanya?” saya diam dan menangis karna takut, namun mama yang memberikan nasihat kepada saya “jangan takut, harus berani katanya mau sekolah” ujar mama. Dari situlah saya mulai berani untuk berbicara dan memberitahukan siapa nama saya. Hari demi hari saya lalui disekolah, satu per-satupun saya mengenali nama-nama teman saya. Dan yang tadinya saya malu, takut karna belum saling kenal, semakin kesini saya semakin berani untuk bercengkrama dengan yang lain. Sesampainya dirumah, saya pun tidak langsung main dengan teman-teman disekitar, melainkan saya belajar membaca dari yang mengeja huruf-huruf vocal, sampai latihan menulis sambil mengeja hurufnya. Saya pun dirumah tidak diajarkan untuk bermalas-malasan, akan tetapi saya ditugaskan untuk merapikan rumah, menyapu dan mengepel. Kegiatan itu rutin setiap hari saya kerjakan. Semakin bertambahnya umur, saya pun sudah memasuki kelas 6 SD, dimana ini adalah kelas terakhir saya untuk bisa lulus dari sekolah dengan nilai yang memuaskan. Rutinitas sekolah yang masuk mulai dari jam 06.00 sampai jam 17.00 saya lewati selama duduk dibangku kelas 6 selama satu bulan. Sampai akhirnya ujian tiba, saya merasa deg-degan karena ini kali pertamanya saya mengikuti ujian. Selama 3 hari menjalankan ujian, tibalah hari pengumuman di bagikan, dimana hari ini adalah hari yang paling dinanti semua anak sekolah dasar. Amplop pun dibagikan, dengan rasa sangat percaya diri orangtua saya pun membuka amplopnya. Dan.. amplop pun bertuliskan LULUS. Hal ini tentu sangat menyenangkan buat saya. Beberapa bulan kemudian saya masuk SMP. Hari pertama saya masuk dikelas 7, saya belum mengenal yang lain satu per-satu, akan tetapi seiiring berjalannya waktu saya mengenal semua nama yang ada di kelas saya. Di kelas 8 yaitu kelas 2 SMP, saya mengikuti ekstrakurikuler diantaranya : basket, taekwondo, dan renang. Saya mengikuti basket dan renang hanya dalam kurun waktu sebulan saja, akan tetapi untuk taekwondo saya mengikutinya sampai saya mengikuti ujian, dan itu tidak sampai saya kelas 9. Dikelas 9 saya tidak melanjutkan ekskul dikarenakan ingin fokus terhadap ujian nasional ( UN ) dan ujian sekolah ( US ). Sampai akhirnya saya dititik dimana pada hari itu adalah waktu saya mengikuti ujian nasional disekolah selama 4 hari. Dua minggu setelah ujian, pengumuman pun dibagikan serontak hati saya pun deg-degan, setelah amplop dibagikan, saya pun langsung membukanya dan disitu bertuliskan LULUS. Ini moment yang sangat mengembirakan buat saya. Tidak lama dari pengumuman dibagikan, saya pun mendaftar di Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Dan saya pun masuk Sekolah Menengah Atas. Hari pertama masuk dikelas, sama seperti pada halnya anak murid baru yang masih canggung dengan teman-teman yang lain. Namun seiiring berjalannya waktu saya pun mengenal nama anak-anak kelas X ( 10 ) satu per-satu. Dikelas X ( 10 ) belum menentukan jurusan, tetapi masih sama belajar seperti biasanya yang digabung semua mata pelajarannya. Dikelas X saya tidak mengerti pelajaran ekonomi, sebenarnya bukan tidak mengerti tetapi karna gurunya yang tidak saya sukai, oleh karena itu saya jadi tidak suka pada mata pelajaran tersebut. Pada pelajaran agama, guru yang mengajarkan mata pelajaran agama kurang saya sukai karena terlalu tegas dan terlalu disiplin pada tugas dan penjelasan nya dikelas. Pada suatu hari guru agama mengajarkan tentang cara sholat kepada kami semua, tetapi hanya beberapa orang saja yang disuruh maju untuk mempraktikan nya didepan kelas. Untungnya saya tidak kebagian pada tugas ini, karna saya takut dengan guru pembimbing agama. Setelah saya menginjak kelas XI ( 11 ) disinilah baru ada penjurusan IPA / IPS. Saya memilih untuk mengambil jurusan IPA karena saya sangat senang dengan pelajaran biologi, fisika, dan kimia. Pada pelajaran biologi pelajaran yang paling saya senangi adalah tentang pertumbuhan makhluk hidup, dimana pelajaran ini membahas tentang struktur organ pertumbuhan yang membuat saya mengenali sistem organ tubuh manusia maupun tumbuhan. Pada pelajaran kimia saya paling menyukai tentang zat-zat apa saja yang dapat merubah warna, dari cairan yang satu di gabungkan dengan cairan yang lain dan akan berubah menjadi suatu unsur. Pada pelajaran fisika, saya sangat menyukai tentang pelajaran molekul-molekul yang terdapat pada suatu momen. Singkat cerita, saya memasuki kelas XII ( 12 ) dimana ini adalah kelas akhir bagi saya karna sudah 12 tahun lamanya menginjak bangku sekolah. Ujian pun berlangsung selama 4 hari, dimana sehari ada 2 mata pelajaran yang diujikan pada ujian kali ini, berbeda dari SD dan SMP yang hanya satu mata pelajaran dalam sehari. Sebulan setelah melaksanakan ujian, pengumuman pun di umumkan. Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan bagi saya dan teman-teman yang lain, karena hari ini adalah penentuan kami semua lulus atau tidaknya. Amplop pun dibagikan, dan hasilnya sangat memuaskan, saya dinyatakan LULUS dengan nilai yang memuaskan. Saya pun berkemauan kuat untuk melanjutkan kuliah. Dimana sekarang saya harus bisa mulai berpikir bagaimana caranya untuk bisa bersaing di dunia luar yang keras, bersaing di dunia kerja, dikuliah pun juga harus bekerja keras agar mampu menyelesaikan tugas sebagai Mahasiswi yang lulus dengan tepat waktu dan IPK memuaskan, hal ini pasti sangat membanggakan dikeluarga saya. Kegiatan yang paling saya sukai ialah tidur, nonton tv, membaca buku, membaca Koran/majalah, berolahraga. Awal mula sebelum saya memasuki kuliah di Universitas Gunadarma, saya disarankan untuk tidak langsung berkuliah tetapi menunda dulu satu tahun, dikarenakan faktor biaya juga pada saat itu, tetapi akhirnya Allah memberi jalan untuk saya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ( kuliah ). Sebelum saya menentukan untuk mengambil jurusan apa yang saya ingin ambil, kami berdiskusi terlebih dahulu. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya saya mengambil jurusan computer ( Sistem Informasi ) untuk saya meneruskan sekolah tinggi. Pada dasarnya kuliah berbeda dengan sekolah, karna kuliah menuntut saya untuk bisa bertanggung jawab atas apa yang telah saya pilih, dibandingkan sekolah yang hanya menuntut saya untuk bisa menaati peraturan, disiplin dalam berpakaian, sopan santun terhadap guru setiap mata pelajaran, dan untuk nilai, sekolah dan kuliah sangat berbeda, dimana pada nilai disekolah kalau saya mendapatkan nilai merah ada dilaksanakan Remedial, namun di kuliah tidak semua dosen akan melakukan remedial pada mahasiswanya, hanya dosen-dosen yang mau saja yang melakukan remedial. Selama saya mengikuti pelajaran di kuliah, saya tidak mengerti apa yang diajarkan, karena ini babak baru untuk saya. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun saya lewati di bangku kuliah, saya belum mengerti apa yang diajarkan, pikiran saya masih bertanya-tanya “apa sih yang diajarkan? Kok gue masih belom ngerti apa tujuannya?” ujar saya. Namun saya tetap mengikutinya agar bisa mendapatkan IPK yang memuaskan. Tidak lama semester 1 akan berakhir, saya pun mengikuti ujian selama seminggu, akan tetapi tidak murni seminggu, namun dijeda dengan libur. Padahal sistem seperti ini saya tidak menyukainya karna lebih enak kalau ujian benar benar langsung seminggu, akan tetapi balik kebelakang lagi sistem di Universitas Gunadarma ialah menyeluruh tidak bergantung pada Fakultas, oleh karena itu diadakan sistem ujian sehari dijeda libur. Namun apadaya ini ketentuan dari pihak Universitas. Semester 1 pun berlalu, berganti ke semester 2. Di semester 2 ini saya dimusuhi oleh salah satu anak perempuan yang menjadi profokator untuk memusuhi saya oleh anak-anak satu kelas. Hal ini membuat saya bingung, mengapa? saya tidak mempunyai salah tetapi di musuhi satu kelas ?. saya pun tanpa pikir panjang, biarkanlah mereka berkata apa tentang diri saya, toh saya tidak mempunyai salah apa-apa yang membuat mereka membenci saya. Dan pada akhirnya mereka yang telah memusuhi saya akhirnya meminta maaf kepada saya, karna mereka juga adalah korban dari salah satu anak perempuan yang menjadi profokator dikelas yang membuat anak-anak yang lain jadi memusuhi saya. Singkat cerita, saya pun memasuki semester 3, dimana di semester inilah semua kelas dan semua anak mahasiswanya diacak dan di pecah. Beruntung sekali saya tidak sekelas dengan anak yang menjadi profokator di semester sebelumnya, dan baiknya lagi di semester 3 atau di tingkat 2 saya menemukan sosok yang bearti di hidup saya.
Kesimpulan : Hidup akan selalu berjalan dan akan selalu menemukan tempat dan suasana yang baru. Maka dari itu, sebagai manusia social kita harus cepat beradaptasi dengan baik. Dan jangan merasa selalu benar, memaksa oranglain untuk mengikuti kita. Dan itulah prinsip yang saya buat dalam hidup saya, dan menjadi deskripsi tentang diri saya.

Jiwa Kepemimpinan



Dalam berorganisasi, kita dituntut untuk memimpin diri sendiri bahkan memimpin orang lain. Organisasi merupakan sebuah wadah yang terdiri dari banyak orang yang mempunyai sifat dan karakter berbeda-beda. Tentunya hal tersebut masalah besar jika kita tidak mempunyai jiwa kepemimpinan yang adil untuk memimpin organisasi tersebut.

Jiwa kepemimpinan seseorang tidak akan ada pada diri orang tersebut ketika orang itu tidak memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Jiwa kepemimpinan bukan hanya dapat memimpin suatu organisasi, jiwa kepemimpinan harus didasari oleh rasa memimpin menjadi panutan untuk diri sendiri sebelum memimpin banyak pihak yang terlibat di suatu organisasi di dalamnya. Rasa tanggung jawab yang besar menuntut suatu pemimpin menjadi bijak dalam mengambil suatu tindakan. Mudah saja kita menemukan manusia yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, contohnya ketika kita dilibatkan menjadi anggota suatu organisasi dan kita bertugas untuk memimpin jalannya suatu organisasi tersebut. Disini kita dapat melihat potensi kita sanggup atau tidaknya menjadi seorang pemimpin. Maka dari itu, jiwa kepemimpinan yang baik ialah jiwa yang dapat memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu, dan dapat bertanggung jawab atas tindakan apa yang telah mereka perbuat.

Bersosialisasi di Lingkungan Sekitar



Tidak mudah untuk kita dapat bersosialisasi dilingkungan sekitar. Sebelum kita mengenal apa itu bersosialisasi, kita harus tau terlebih dahulu kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Bukan hanya ingin mencari sensasi dengan ikut-ikutan setiap organisasi yang diadakan di lingkungan sekitar. Namun bersosialisasi ini menuntut kita menjadi pribadi yang tau akan rasa bergotong-royong, bermusyawarah dengan warga setempat bahkan menjadi motivator untuk mengajak para warganya akan senang mencintai lingkungan.

Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup di bumi yang memiliki akal budi dan pikiran yang dapat digunakan dalam berpikir di kehidupan sehari-hari. Karena akal pikiran itulah, manusia juga akhirnya menjadi mahluk yang bersosial dan hidup menyebar di berbagai tempat di bumi dengan berbagai kondisi alam dan tantangan hidupnya masing-masing. Semua daerah tempat manusia hidup memiliki tantangan hidup masing-masing yang  menuntut kemampuan bersosialisasi untuk bertahan hidup. Manusia menggunakan 4 hal dari diri mereka sendiri untuk bersosialisasi, yaitu:
  1. akal pikiran
  2. perasaan/emosi
  3. Jasmani
  4. Komunikasi.

Pengalaman Liburan


            Masa liburan ialah masa yang paling menyenangkan. Diwaktu liburan ini adalah saat yang tepat untuk kita mengungkapkan rasa lelah kita setelah berlama-lama melakukan aktivitas. Masa liburan banyak dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang terkasihi. Pada topik kali ini, perkenankan saya untuk menceritakan sedikit tentang perjalanan liburan singkat yang saya alami.
            Pada tanggal 21 Februari 2016 tepat di hari minggu pukul 21.30 WIB, saya sekeluarga melakukan perjalanan berwisata ke pulau dewata Bali. Kami menempuh perjalanan selama 2 hari melalui jalur darat. Perjalanan di hari pertama yang cukup melelahkan, kami menginap di daerah Probolinggo, Jawa Timur. Pada perjalanan di hari kedua, yaitu tepatnya kami menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur untuk melakukan penyebrangan menuju pelabuhan Gilimanuk, Denpasar Bali. Sesampainya di pelabuhan Ketapang, tidak banyak yang melakukan penyebrangan, karna hari ini bukan bertepatan liburan sekolah. Banyak kapal penumpang yang beroperasi di sekitar pelabuhan. Setelah kami membeli karcis tiket masuk kapal, segeralah kami menuju kapal yang telah diarahkan oleh petugas pelabuhan. Waktu menempuh perjalanan penyebrangan berkisar selama 1 jam. Memang tidak lama kami melakukan penyebrangan karna letak pulau dewata Bali tidak terlalu jauh dari pelabuhan Ketapang.
            Setelah melakukan pendaratan di pelabuhan Gilimanuk, Denpasar Bali, sampailah kami di pulau Bali yang terkenal sampai ke Mancanegara ini. Dari suku adatnya, pantainya yang memukau mata seluruh penjuru dunia. Tidak khayal Bali banyak sekali dikunjungi oleh tourist-tourist asing. Setelah sampai dan hari sudah malam kami langsung menuju hotel untuk menginap, hotel yang kami tuju ialah hotel Segara Saidu. Disana kami merebahkan badan sejenak karna sudah terlalu lama menempuh perjalanan. Keesokan paginya kami sekeluarga pergi ke pantai kuta untuk bermain santai dipantai ini.

Gambar 1 Pantai Kuta

            Setelah cukup lama bermain di pantai, kami segera melanjutkan perjalanan menuju GWK ( Garuda Wisnu Kencana ). Walau panasnya terik matahari membakar kulit ini, tidak mengalahkan semangat kita untuk dapat berjalan-jalan di pulau dewata bali ini. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, sampailah kami di GWK. Disana kami berkeliling menulusuri setiap tempat. Banyak sekali pahatan-pahatan relief yang terdapat disana.


Gambar 2 Patung Kepala Garuda


Gambar 3 Patung Wisnu Kencana

            Setelah kiranya cukup kita berjalan-jalan di GWK, tempat yang kami tuju setelah ini ialah MonkeyForest, tempatnya memang sedikit jauh dari tempat kami sekarang. Namun kapan lagi kita berjalan-jalan ditempat ini. Kami menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam. Setelah sampai kami disambut oleh beberapa monyet yang ada di MonkeyForest. Ini pertama kalinya saya melihat ratusan bahkan ribuan monyet dalam satu lokasi. Monyet disini akrab dengan manusia jadi tidak berbahaya bagi siapapun yang ingin berjalan-jalan ditempat ini.


Gambar 4 MonkeyForest

            Hari menunjukan pukul 17.00 WITA, segeralah kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Keesokan harinya adalah hari terakhir kami berada di pulau Bali, pukul 12.00 WITA kami checkout dari hotel. Sebelum pulang kami pergi ke Tanah Lot terlebih dahulu. Setelah sampai di Tanah lot, mata kami semua dimanjakan oleh keindahan pantainya. Namun sayang, kami tidak bisa melihat sunset di tempat ini karna waktu yang tidak cukup untuk menikmati sunset.


Gambar 5 Tanah Lot

            Tidak lama kami berada di Tanahlot, sudah saatnya kami melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya yaitu Batu Malang, Jawa Timur. Sebelum ke Malang, kami terlebih dahulu melakukan penyebrangan melalui kapal motor penumpang di pelabuhan Gilimanuk menuju pelabuhan Ketapang. Kami menyebrang pada pukul 19.56 sampai pukul 20.56 pada malam hari. Berbeda dari penyebrangan pada waktu berangkat, pada waktu pulang ini ombak yang kita lalui cukup besar ditambah hujan deras yang melanda perjalanan penyebrangan kami. Setelah kapal mendarat dan kami sampai di pelabuhan Ketapang, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Batu Malang. Sesampainya di Malang pada sore hari, kami langsung memasuki Museum Satwa yang terletak di Jatim Park 1 ( Batu Secret Zoo ). Di museum ini kita dapat menemukan berbagai macam binatang satwa yang di lindungi, dari yang hidup sampai yang telah menjadi fosil.


Gambar 6 Jatim Park 1 Museum Satwa

Hari semakin malam, kami pun mencari tempat penginapan yang tidak jauh dari letak kami berada sekarang. Keesokan harinya kami beristirahat sejenak di alun-alun kota Batu sambil melakukan makan siang di sekitar alun-alun kota Batu.


Gambar 7 Alun-alun Kota Batu

            Setelah kami menyantap makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Jatim Park 2 Museum Angkut. Disini kita dapat melihat berbagai macam kendaraan antik, dari yang tahun 45 kendaraan bapak presiden Soekarno sampai tahun sekarang ini, semua ada di tempat ini. 


Gambar 8 Jatim Park 2 Museum Angkut

            Tidak terasa Jatim Park 2 menutup perjalanan liburan kami sekeluarga selama satu minggu ini, dari berlibur ke pulau dewata Bali sampai berlibur di kota Malang. Tidak banyak kata yang bisa saya ucapkan untuk mengungkapkan liburan di tahun ini, semua terasa begitu cepat karna waktu liburan saya yang singkat ini. Namun kesan dalam liburan ini tidak akan bisa saya lupakan. Semoga saja akan ada liburan-liburan selanjutnya yang lebih berkesan dari liburan ini. Akhir kata tidak ingin menyudahkan liburan ini namun apa boleh buat waktu yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan liburan ini.