Sabtu, 21 Mei 2016

Resensi Novel





Judul                           : My Idiot Brother
Penulis                         : Agnes Davonar
Penerbit                       : Inandra Published
Sutradara                     : Alyandra
Produser                      : Hamdhani
Studio                         : Rumah Satu Film
Tempat Terbit              : Jalan TPI 2 nomor 6, Jakarta
Tahun Terbit                : November 2011
Halaman Buku             : 267 halaman
ISBN                           : 978-979-18346-8-1
Tebal Buku                  : 20 cm
Pemain                         : Adila Fitri, Ali Mensan, Kimberly Ryder, Aaron Ashab, Cindy
  Fatikasari, Donny Kesuma, Merry Riana, Samuel Rizal, Fenita Arie,
  Lula Kamal


Synopsis :

My Idiot Brother dari kisah novel Agnes Davonar tentang Angel gadis remaja berusia 15 tahun tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra yang terlahir dengan keterbelakangan mental. Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak pernah bersedih hati. Hendra anak yang berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.

Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya si idiot. Angel selalu mendapatkan hinaan dan cacian teman-teman sekolahnya. Agnes lah orang yg sangat membenci Angel karena dianggap sebagai ancaman dia untuk mendapatkan hati Aji.

Kehidupan Hendra  dengan dunianya sendiri namun tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, aji mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi ratu dalam acara pesta tersebut. Sayangnya pesta itu berakhir ricuh karena kehadiran kakak Angel, yang membuat Angel begitu malu kedatangan kakaknya yg terbelakang mental penuh perjualangan & sebenarnya bermaksud baik mengantarkan kado yang tertinggal. Pesta Ricuh dan Angel lari dan mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya selain Hendra. Demi cintanya kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun ternasuk nyawanya sendiri untuk Angel.


Analisis Unsur Intrinsik :

Tema                  : Pengorbanan kakak kepada adiknya (Keluarga)

Latar                   : Rumah, Sekolah, Lapangan, Rumah sakit, Cafe Hijau

Alur                    : Maju

Tokoh                 : Angel, Hendra, Agnes, Aji, Ibu, Ayah

Perwatakan        :
1.      Angel orang yang tomboy dan jahat terhadap kakaknya Hendra
2.      Hendra orang yang penyayang, rela berkorban, sangat menyayangi adiknya Angel
3.      Agnes orang yang sombong, congkak, dan angkuh
4.      Aji orang yang baik, sopan, tidak sombong
5.      Ibu orang yang perhatian dan sangat sayang kepada anak-anaknya. Terkadang emosi ibu juga tidak terkendali.
6.      Ayah orang yang bertanggungjawab, dan sangat menyayangi anaknya sama seperti ibu.

Sudut Pandang   : Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Utama


Analisis Unsur Ekstrinsik :

Nilai Moral :
Kebahagian bukan datang dari suatu kesenangan. namun, kebahagiaan datang dari ketulusan diri kita untuk menghilangkan rasa kebencian kita kepada seseorang.

Nilai Sosial :
Saudara yang baik akan mau dan mampu memberikan apapun yang di butuhkan saudaranya. Sekalipun hal itu adalah nyawa. Karena saudara akan selalu menyayangi saudaranya.

Nilai ketuhanan :
Menerima keadaan kita apa adanya karena ALLAH telah membuat takdirnya untuk kita masing masing. Kita juga harus jujur dengankeadaan kita, kita tidak boleh lari dari kenyataan.


Keunggulan Novel :

Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot atau alur dengan sangat baik. jadi para pembaca  tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini. Tema yang diangkat juga menarik, karena bertema tentang seorang yang berpenyakit down syndrom. Latar suasana, waktu maupun tempat, tergambarkan dengan jelas dalam novel tersebut.


Kelemahan Novel :

Pada akhir cerita, Angel yang sedang koma karena kecelakaan dapat mendeskripsikan sesuatu yang sedang terjadi “Ini sudah hari kedua dan tidak ada perubahan padaku. Aku masih koma dan tidak sadarkan diri”.


Saran :

Kita harus menerima apapun keadaan saudara kita dengan ikhlas, jangan malah malu dengan keadaan saudara kita tersebut. Seharusnya sebagai saudara harus saling membantu dan saling menyanyangi, sebab tak ada yang lebih berharga di dunia ini selain seorang saudara, apalagi seorang kakak kandung.