Sabtu, 19 Maret 2016

Deskripsi Diri



       Nama saya Leni Ardiyanti, saya anak ketiga dari 3 bersaudara. Umur saya ditahun ini menginjak angka kepala dua yaitu 20 tahun. Sekarang saya sudah memasuki kuliah tingkat 3 ( semester 5 ). Saya berkuliah karna faktor dukungan dari keluarga dan juga kemauan dari diri sendiri. Saya mempunyai 2 kakak, dua-duanya berjenis kelamin perempuan, jarak saya dengan kakak pertama 10 tahun, dan jarak saya dengan kakak saya yang kedua 7 tahun. Saya sayang sekali dengan kedua kakak saya. Saya paling dekat sekali dengan kakak saya yang pertama, dari saya memasuki Sekolah Dasar ( SD ) saya selalu ditemani oleh kakak saya, disaat mengerjakan pekerjaan rumah ( PR ) pun saya selalu diajari oleh kakak saya, mungkin juga karna faktor orangtua saya yang sibuk bekerja. Saya tidak pernah dimanja oleh orangtua saya dan kakak-kakak saya, tetapi saya yang selalu memanjakan diri saya dengan mereka, karna dipikiran saya anak terakhir itu identik dengan dimanja oleh keluarganya. Saat saya memasuki Sekolah Dasar ( SD ), saya merasa malu dan takut melihat teman-teman yang banyak karna sebelumnya saya tidak TK terlebih dahulu melainkan langsung memasuki Sekolah Dasar. Dihari pertama saya masuk, Ibu guru ( Almh Nurmawati ) menanyakan “siapa namanya?” saya diam dan menangis karna takut, namun mama yang memberikan nasihat kepada saya “jangan takut, harus berani katanya mau sekolah” ujar mama. Dari situlah saya mulai berani untuk berbicara dan memberitahukan siapa nama saya. Hari demi hari saya lalui disekolah, satu per-satupun saya mengenali nama-nama teman saya. Dan yang tadinya saya malu, takut karna belum saling kenal, semakin kesini saya semakin berani untuk bercengkrama dengan yang lain. Sesampainya dirumah, saya pun tidak langsung main dengan teman-teman disekitar, melainkan saya belajar membaca dari yang mengeja huruf-huruf vocal, sampai latihan menulis sambil mengeja hurufnya. Saya pun dirumah tidak diajarkan untuk bermalas-malasan, akan tetapi saya ditugaskan untuk merapikan rumah, menyapu dan mengepel. Kegiatan itu rutin setiap hari saya kerjakan. Semakin bertambahnya umur, saya pun sudah memasuki kelas 6 SD, dimana ini adalah kelas terakhir saya untuk bisa lulus dari sekolah dengan nilai yang memuaskan. Rutinitas sekolah yang masuk mulai dari jam 06.00 sampai jam 17.00 saya lewati selama duduk dibangku kelas 6 selama satu bulan. Sampai akhirnya ujian tiba, saya merasa deg-degan karena ini kali pertamanya saya mengikuti ujian. Selama 3 hari menjalankan ujian, tibalah hari pengumuman di bagikan, dimana hari ini adalah hari yang paling dinanti semua anak sekolah dasar. Amplop pun dibagikan, dengan rasa sangat percaya diri orangtua saya pun membuka amplopnya. Dan.. amplop pun bertuliskan LULUS. Hal ini tentu sangat menyenangkan buat saya. Beberapa bulan kemudian saya masuk SMP. Hari pertama saya masuk dikelas 7, saya belum mengenal yang lain satu per-satu, akan tetapi seiiring berjalannya waktu saya mengenal semua nama yang ada di kelas saya. Di kelas 8 yaitu kelas 2 SMP, saya mengikuti ekstrakurikuler diantaranya : basket, taekwondo, dan renang. Saya mengikuti basket dan renang hanya dalam kurun waktu sebulan saja, akan tetapi untuk taekwondo saya mengikutinya sampai saya mengikuti ujian, dan itu tidak sampai saya kelas 9. Dikelas 9 saya tidak melanjutkan ekskul dikarenakan ingin fokus terhadap ujian nasional ( UN ) dan ujian sekolah ( US ). Sampai akhirnya saya dititik dimana pada hari itu adalah waktu saya mengikuti ujian nasional disekolah selama 4 hari. Dua minggu setelah ujian, pengumuman pun dibagikan serontak hati saya pun deg-degan, setelah amplop dibagikan, saya pun langsung membukanya dan disitu bertuliskan LULUS. Ini moment yang sangat mengembirakan buat saya. Tidak lama dari pengumuman dibagikan, saya pun mendaftar di Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Dan saya pun masuk Sekolah Menengah Atas. Hari pertama masuk dikelas, sama seperti pada halnya anak murid baru yang masih canggung dengan teman-teman yang lain. Namun seiiring berjalannya waktu saya pun mengenal nama anak-anak kelas X ( 10 ) satu per-satu. Dikelas X ( 10 ) belum menentukan jurusan, tetapi masih sama belajar seperti biasanya yang digabung semua mata pelajarannya. Dikelas X saya tidak mengerti pelajaran ekonomi, sebenarnya bukan tidak mengerti tetapi karna gurunya yang tidak saya sukai, oleh karena itu saya jadi tidak suka pada mata pelajaran tersebut. Pada pelajaran agama, guru yang mengajarkan mata pelajaran agama kurang saya sukai karena terlalu tegas dan terlalu disiplin pada tugas dan penjelasan nya dikelas. Pada suatu hari guru agama mengajarkan tentang cara sholat kepada kami semua, tetapi hanya beberapa orang saja yang disuruh maju untuk mempraktikan nya didepan kelas. Untungnya saya tidak kebagian pada tugas ini, karna saya takut dengan guru pembimbing agama. Setelah saya menginjak kelas XI ( 11 ) disinilah baru ada penjurusan IPA / IPS. Saya memilih untuk mengambil jurusan IPA karena saya sangat senang dengan pelajaran biologi, fisika, dan kimia. Pada pelajaran biologi pelajaran yang paling saya senangi adalah tentang pertumbuhan makhluk hidup, dimana pelajaran ini membahas tentang struktur organ pertumbuhan yang membuat saya mengenali sistem organ tubuh manusia maupun tumbuhan. Pada pelajaran kimia saya paling menyukai tentang zat-zat apa saja yang dapat merubah warna, dari cairan yang satu di gabungkan dengan cairan yang lain dan akan berubah menjadi suatu unsur. Pada pelajaran fisika, saya sangat menyukai tentang pelajaran molekul-molekul yang terdapat pada suatu momen. Singkat cerita, saya memasuki kelas XII ( 12 ) dimana ini adalah kelas akhir bagi saya karna sudah 12 tahun lamanya menginjak bangku sekolah. Ujian pun berlangsung selama 4 hari, dimana sehari ada 2 mata pelajaran yang diujikan pada ujian kali ini, berbeda dari SD dan SMP yang hanya satu mata pelajaran dalam sehari. Sebulan setelah melaksanakan ujian, pengumuman pun di umumkan. Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan bagi saya dan teman-teman yang lain, karena hari ini adalah penentuan kami semua lulus atau tidaknya. Amplop pun dibagikan, dan hasilnya sangat memuaskan, saya dinyatakan LULUS dengan nilai yang memuaskan. Saya pun berkemauan kuat untuk melanjutkan kuliah. Dimana sekarang saya harus bisa mulai berpikir bagaimana caranya untuk bisa bersaing di dunia luar yang keras, bersaing di dunia kerja, dikuliah pun juga harus bekerja keras agar mampu menyelesaikan tugas sebagai Mahasiswi yang lulus dengan tepat waktu dan IPK memuaskan, hal ini pasti sangat membanggakan dikeluarga saya. Kegiatan yang paling saya sukai ialah tidur, nonton tv, membaca buku, membaca Koran/majalah, berolahraga. Awal mula sebelum saya memasuki kuliah di Universitas Gunadarma, saya disarankan untuk tidak langsung berkuliah tetapi menunda dulu satu tahun, dikarenakan faktor biaya juga pada saat itu, tetapi akhirnya Allah memberi jalan untuk saya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ( kuliah ). Sebelum saya menentukan untuk mengambil jurusan apa yang saya ingin ambil, kami berdiskusi terlebih dahulu. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya saya mengambil jurusan computer ( Sistem Informasi ) untuk saya meneruskan sekolah tinggi. Pada dasarnya kuliah berbeda dengan sekolah, karna kuliah menuntut saya untuk bisa bertanggung jawab atas apa yang telah saya pilih, dibandingkan sekolah yang hanya menuntut saya untuk bisa menaati peraturan, disiplin dalam berpakaian, sopan santun terhadap guru setiap mata pelajaran, dan untuk nilai, sekolah dan kuliah sangat berbeda, dimana pada nilai disekolah kalau saya mendapatkan nilai merah ada dilaksanakan Remedial, namun di kuliah tidak semua dosen akan melakukan remedial pada mahasiswanya, hanya dosen-dosen yang mau saja yang melakukan remedial. Selama saya mengikuti pelajaran di kuliah, saya tidak mengerti apa yang diajarkan, karena ini babak baru untuk saya. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun saya lewati di bangku kuliah, saya belum mengerti apa yang diajarkan, pikiran saya masih bertanya-tanya “apa sih yang diajarkan? Kok gue masih belom ngerti apa tujuannya?” ujar saya. Namun saya tetap mengikutinya agar bisa mendapatkan IPK yang memuaskan. Tidak lama semester 1 akan berakhir, saya pun mengikuti ujian selama seminggu, akan tetapi tidak murni seminggu, namun dijeda dengan libur. Padahal sistem seperti ini saya tidak menyukainya karna lebih enak kalau ujian benar benar langsung seminggu, akan tetapi balik kebelakang lagi sistem di Universitas Gunadarma ialah menyeluruh tidak bergantung pada Fakultas, oleh karena itu diadakan sistem ujian sehari dijeda libur. Namun apadaya ini ketentuan dari pihak Universitas. Semester 1 pun berlalu, berganti ke semester 2. Di semester 2 ini saya dimusuhi oleh salah satu anak perempuan yang menjadi profokator untuk memusuhi saya oleh anak-anak satu kelas. Hal ini membuat saya bingung, mengapa? saya tidak mempunyai salah tetapi di musuhi satu kelas ?. saya pun tanpa pikir panjang, biarkanlah mereka berkata apa tentang diri saya, toh saya tidak mempunyai salah apa-apa yang membuat mereka membenci saya. Dan pada akhirnya mereka yang telah memusuhi saya akhirnya meminta maaf kepada saya, karna mereka juga adalah korban dari salah satu anak perempuan yang menjadi profokator dikelas yang membuat anak-anak yang lain jadi memusuhi saya. Singkat cerita, saya pun memasuki semester 3, dimana di semester inilah semua kelas dan semua anak mahasiswanya diacak dan di pecah. Beruntung sekali saya tidak sekelas dengan anak yang menjadi profokator di semester sebelumnya, dan baiknya lagi di semester 3 atau di tingkat 2 saya menemukan sosok yang bearti di hidup saya.
Kesimpulan : Hidup akan selalu berjalan dan akan selalu menemukan tempat dan suasana yang baru. Maka dari itu, sebagai manusia social kita harus cepat beradaptasi dengan baik. Dan jangan merasa selalu benar, memaksa oranglain untuk mengikuti kita. Dan itulah prinsip yang saya buat dalam hidup saya, dan menjadi deskripsi tentang diri saya.

Jiwa Kepemimpinan



Dalam berorganisasi, kita dituntut untuk memimpin diri sendiri bahkan memimpin orang lain. Organisasi merupakan sebuah wadah yang terdiri dari banyak orang yang mempunyai sifat dan karakter berbeda-beda. Tentunya hal tersebut masalah besar jika kita tidak mempunyai jiwa kepemimpinan yang adil untuk memimpin organisasi tersebut.

Jiwa kepemimpinan seseorang tidak akan ada pada diri orang tersebut ketika orang itu tidak memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Jiwa kepemimpinan bukan hanya dapat memimpin suatu organisasi, jiwa kepemimpinan harus didasari oleh rasa memimpin menjadi panutan untuk diri sendiri sebelum memimpin banyak pihak yang terlibat di suatu organisasi di dalamnya. Rasa tanggung jawab yang besar menuntut suatu pemimpin menjadi bijak dalam mengambil suatu tindakan. Mudah saja kita menemukan manusia yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, contohnya ketika kita dilibatkan menjadi anggota suatu organisasi dan kita bertugas untuk memimpin jalannya suatu organisasi tersebut. Disini kita dapat melihat potensi kita sanggup atau tidaknya menjadi seorang pemimpin. Maka dari itu, jiwa kepemimpinan yang baik ialah jiwa yang dapat memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu, dan dapat bertanggung jawab atas tindakan apa yang telah mereka perbuat.

Bersosialisasi di Lingkungan Sekitar



Tidak mudah untuk kita dapat bersosialisasi dilingkungan sekitar. Sebelum kita mengenal apa itu bersosialisasi, kita harus tau terlebih dahulu kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Bukan hanya ingin mencari sensasi dengan ikut-ikutan setiap organisasi yang diadakan di lingkungan sekitar. Namun bersosialisasi ini menuntut kita menjadi pribadi yang tau akan rasa bergotong-royong, bermusyawarah dengan warga setempat bahkan menjadi motivator untuk mengajak para warganya akan senang mencintai lingkungan.

Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup di bumi yang memiliki akal budi dan pikiran yang dapat digunakan dalam berpikir di kehidupan sehari-hari. Karena akal pikiran itulah, manusia juga akhirnya menjadi mahluk yang bersosial dan hidup menyebar di berbagai tempat di bumi dengan berbagai kondisi alam dan tantangan hidupnya masing-masing. Semua daerah tempat manusia hidup memiliki tantangan hidup masing-masing yang  menuntut kemampuan bersosialisasi untuk bertahan hidup. Manusia menggunakan 4 hal dari diri mereka sendiri untuk bersosialisasi, yaitu:
  1. akal pikiran
  2. perasaan/emosi
  3. Jasmani
  4. Komunikasi.

Pengalaman Liburan


            Masa liburan ialah masa yang paling menyenangkan. Diwaktu liburan ini adalah saat yang tepat untuk kita mengungkapkan rasa lelah kita setelah berlama-lama melakukan aktivitas. Masa liburan banyak dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang terkasihi. Pada topik kali ini, perkenankan saya untuk menceritakan sedikit tentang perjalanan liburan singkat yang saya alami.
            Pada tanggal 21 Februari 2016 tepat di hari minggu pukul 21.30 WIB, saya sekeluarga melakukan perjalanan berwisata ke pulau dewata Bali. Kami menempuh perjalanan selama 2 hari melalui jalur darat. Perjalanan di hari pertama yang cukup melelahkan, kami menginap di daerah Probolinggo, Jawa Timur. Pada perjalanan di hari kedua, yaitu tepatnya kami menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur untuk melakukan penyebrangan menuju pelabuhan Gilimanuk, Denpasar Bali. Sesampainya di pelabuhan Ketapang, tidak banyak yang melakukan penyebrangan, karna hari ini bukan bertepatan liburan sekolah. Banyak kapal penumpang yang beroperasi di sekitar pelabuhan. Setelah kami membeli karcis tiket masuk kapal, segeralah kami menuju kapal yang telah diarahkan oleh petugas pelabuhan. Waktu menempuh perjalanan penyebrangan berkisar selama 1 jam. Memang tidak lama kami melakukan penyebrangan karna letak pulau dewata Bali tidak terlalu jauh dari pelabuhan Ketapang.
            Setelah melakukan pendaratan di pelabuhan Gilimanuk, Denpasar Bali, sampailah kami di pulau Bali yang terkenal sampai ke Mancanegara ini. Dari suku adatnya, pantainya yang memukau mata seluruh penjuru dunia. Tidak khayal Bali banyak sekali dikunjungi oleh tourist-tourist asing. Setelah sampai dan hari sudah malam kami langsung menuju hotel untuk menginap, hotel yang kami tuju ialah hotel Segara Saidu. Disana kami merebahkan badan sejenak karna sudah terlalu lama menempuh perjalanan. Keesokan paginya kami sekeluarga pergi ke pantai kuta untuk bermain santai dipantai ini.

Gambar 1 Pantai Kuta

            Setelah cukup lama bermain di pantai, kami segera melanjutkan perjalanan menuju GWK ( Garuda Wisnu Kencana ). Walau panasnya terik matahari membakar kulit ini, tidak mengalahkan semangat kita untuk dapat berjalan-jalan di pulau dewata bali ini. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, sampailah kami di GWK. Disana kami berkeliling menulusuri setiap tempat. Banyak sekali pahatan-pahatan relief yang terdapat disana.


Gambar 2 Patung Kepala Garuda


Gambar 3 Patung Wisnu Kencana

            Setelah kiranya cukup kita berjalan-jalan di GWK, tempat yang kami tuju setelah ini ialah MonkeyForest, tempatnya memang sedikit jauh dari tempat kami sekarang. Namun kapan lagi kita berjalan-jalan ditempat ini. Kami menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam. Setelah sampai kami disambut oleh beberapa monyet yang ada di MonkeyForest. Ini pertama kalinya saya melihat ratusan bahkan ribuan monyet dalam satu lokasi. Monyet disini akrab dengan manusia jadi tidak berbahaya bagi siapapun yang ingin berjalan-jalan ditempat ini.


Gambar 4 MonkeyForest

            Hari menunjukan pukul 17.00 WITA, segeralah kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Keesokan harinya adalah hari terakhir kami berada di pulau Bali, pukul 12.00 WITA kami checkout dari hotel. Sebelum pulang kami pergi ke Tanah Lot terlebih dahulu. Setelah sampai di Tanah lot, mata kami semua dimanjakan oleh keindahan pantainya. Namun sayang, kami tidak bisa melihat sunset di tempat ini karna waktu yang tidak cukup untuk menikmati sunset.


Gambar 5 Tanah Lot

            Tidak lama kami berada di Tanahlot, sudah saatnya kami melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya yaitu Batu Malang, Jawa Timur. Sebelum ke Malang, kami terlebih dahulu melakukan penyebrangan melalui kapal motor penumpang di pelabuhan Gilimanuk menuju pelabuhan Ketapang. Kami menyebrang pada pukul 19.56 sampai pukul 20.56 pada malam hari. Berbeda dari penyebrangan pada waktu berangkat, pada waktu pulang ini ombak yang kita lalui cukup besar ditambah hujan deras yang melanda perjalanan penyebrangan kami. Setelah kapal mendarat dan kami sampai di pelabuhan Ketapang, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Batu Malang. Sesampainya di Malang pada sore hari, kami langsung memasuki Museum Satwa yang terletak di Jatim Park 1 ( Batu Secret Zoo ). Di museum ini kita dapat menemukan berbagai macam binatang satwa yang di lindungi, dari yang hidup sampai yang telah menjadi fosil.


Gambar 6 Jatim Park 1 Museum Satwa

Hari semakin malam, kami pun mencari tempat penginapan yang tidak jauh dari letak kami berada sekarang. Keesokan harinya kami beristirahat sejenak di alun-alun kota Batu sambil melakukan makan siang di sekitar alun-alun kota Batu.


Gambar 7 Alun-alun Kota Batu

            Setelah kami menyantap makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Jatim Park 2 Museum Angkut. Disini kita dapat melihat berbagai macam kendaraan antik, dari yang tahun 45 kendaraan bapak presiden Soekarno sampai tahun sekarang ini, semua ada di tempat ini. 


Gambar 8 Jatim Park 2 Museum Angkut

            Tidak terasa Jatim Park 2 menutup perjalanan liburan kami sekeluarga selama satu minggu ini, dari berlibur ke pulau dewata Bali sampai berlibur di kota Malang. Tidak banyak kata yang bisa saya ucapkan untuk mengungkapkan liburan di tahun ini, semua terasa begitu cepat karna waktu liburan saya yang singkat ini. Namun kesan dalam liburan ini tidak akan bisa saya lupakan. Semoga saja akan ada liburan-liburan selanjutnya yang lebih berkesan dari liburan ini. Akhir kata tidak ingin menyudahkan liburan ini namun apa boleh buat waktu yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan liburan ini.