Minggu, 17 April 2016

Persahabatan Yang Singkat


( Kriing.. kring.. kriing… ) bel sekolah pun berbunyi tanda hari telah menunjukkan pukul 07.00, waktunya kami untuk berbaris di depan kelas sebelum memasuki ruang kelas. Seperti biasa kami melakukan baris-berbaris sebelum masuk kelas dan tidak lupa sambil memeriksa kuku terlebih dahulu. Kalau ada kuku yang panjang pasti kami selalu di pukul dengan penggaris panjang bahkan ada yang sampai memakai sapu lantai. Namanya kami masih anak SD pastilah kami sering sekali melakukan pelanggaran ini. Saya mendapat urutan paling depan pada saat itu. Aduuuhh…( ujar saya ) ketika pemimpin barisan memukul tangan saya karna saya lupa memotong kuku dirumah. Satu persatu saya dan teman-teman memasuki ruang kelas sambil bercanda satu sama lain dan saya pun duduk di salah satu bangku, tepatnya di pojok kanan baris nomer 2.

            Tidak lama saya duduk, ada seorang anak perempuan pindahan dari sekolah lain yang ingin duduk di bangku saya, dengan rasa canggung dia perlahan menduduki bangku di sebelah saya. Saya pun menegor sapa dia,
Haiii.. nama kamu siapa ? ( ujar saya )
Namaku ayu
Salam kenal yaaa ayu ( ujar saya )

            Hari ini pun pelajaran pertama dimulai. Jadwal hari ini ialah pelajaran menggambar, dimana saya dan teman-teman yang lain telah membawa perlengkapan menggambar dari rumah. Bu guru menyuruh kami untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 2 orang. Berhubung saya duduk dengan ayu, maka saya putuskan untuk membuat kelompok berdua. Saya merasa bingung mau menggambar apa. Ayu dengan asiknya dia menggambar Hotel Bintang 5. Tanpa pikir panjang saya pun membantu dia untuk membuat gambar hotel bintang 5, sambil tertawa saya dan ayu membuat gambar sambil mewarnai.

            Tibalah waktu penilaian. Berhubung saya dan ayu duduk di bangku nomer 2, maka saya mendapat giliran maju kedepan nomer 2 untuk penilaian. Setelah orang pertama maju maka kini giliran kita berdua, bu guru melihat-lihat gambar kita berdua dan memberi nilai 90. Waah, saya dan ayu merasa senang karna mendapat nilai 90, ya walaupun bukan 100 tapi nilai 90 sudah cukup baik untuk kita. Cukup sudah pelajaran hari ini berlangsung, waktunya kami untuk pulang kerumah masing-masing.

            Keesokan harinya adalah jadwal olahraga, kami melakukan olahraga kasti. Dimana olahraga ini membagi kami dalam 2 kelompok, kelompok A dan kelompok B. Seperti biasa saya dan ayu satu kelompok, tergabung kedalam kelompok A. Sekarang adalah giliran kelompok kami yang main, saya berada diurutan kedua. Setelah orang pertama selesai memukul bola kastinya, kini giliran saya yang harus memukul. Aduuhh saya takut sekali pada saat itu, takut terkena kepala saya. Tapi rasa takut itu hilang ketika saya berhasil memukul bola dan bola terlempar jauh dari lapangan, ini kesempatan saya untuk kembali menuju ke barisan kelompok A lagi. Selanjutnya orang ketiga yang mendapat giliran, ini saatnya ayu yang memukul bola. Ayoo ayu kamu pasti bisa !!! ( ujar saya sambil berteriak ). Sama seperti saya, ayu pun terlihat dari ekspresi wajahnya yang takut akan terkena kepalanya. Pada saat bola di lempar, “tuukk” lemparan ayu pun berhasil melambung jauh, dan ayu mempunyai kesempatan untuk bisa berlari menuju ke barisan A lagi. Kami pun bersorak ria sambil meledek kelompok B. Begitupun selanjutnya sampai orang terakhir dan sampai kelompok A bergantian berjaga. Sekian lama kami mengikuti pelajaran olahraga dan waktu pun sudah menunjukan pukul 12.00, saatnya kami menyudahkan pelajaran olahraga hari ini dan kami pun pulang kerumah masing-masing.

            Karna sudah memakai baju olahraga, saya dan ayu pun memutuskan untuk bermain dahulu di depan rumah ayu, kita bermain bola bekel, bermain karet dan bermain monopoli   pada saat itu. Kita berdua sangat girang pada saat bermain. Di dalam rumah ayu, ada bude dan ( alm ) pakde ayu, mereka sangat baik kepada saya, membuatkan kita berdua makanan dan minuman. Tidak kenal lelah kita berdua bermain dari siang sampai sore ( maghrib ). Sangkin keasikannya, waktu sudah menunjukan pukul 18.00 ( jam 6 sore ), saatnya saya untuk pulang karna takut di marahi pulang terlalu sore, maka saya mengajak ayu untuk kerumah saya, sebagai bukti bahwa saya bermain dirumahnya.

            Sekian lama kita berdua kenal, sekian lama kita menghabiskan waktu di sekolah maupun diluar sekolah, kini saatnya kita berdua berpisah karna kita sudah melewati masa kelas 6 SD. Dimana ayu akan pergi meninggalkan saya dan bude untuk menyusul orangtuanya yang tinggal di Tangerang, dan ayu pun melanjutkan SMP, SMA dan kuliahnya disana bersama kedua orangtuanya dan adiknya. Perkenalan ini tidak akan saya lupakan sampai sekarang. Dan sampai detik ini saya sulit untuk bertemu dengan teman di masa kecil saya.

Solidaritas


Saat memasuki suatu organisasi, pastilah kita menemukan yang disebut sebagai solidaritas. Solidaritas disini, ialah orang yang mampu membantu segala urusan yang orang lain kesulitan akan permasalahan yang sedang dihadapi. Paling mudah untuk menemukan orang yang mempunyai solidaritas yang tinggi, adalah dengan cara mengikuti suatu kegiatan yang mencangkup banyak orang, contohnya kegiatan disekolah. Dimulai dari teman-teman disekolah kita dapat memiliki rasa solidaritas. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki rasa solidaritas karena kesibukannya bekerja. Maka dari itu para orangtua wajib memberikan arahan untuk anaknya agar bisa bersolidaritas di lingkungannya.

Mahasiswa


Setelah berakhir masa-masa disekolah, banyak orang yang memilih untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Namun, ada sebagian orang yang tidak ingin kuliah melainkan ingin bekerja saja. Berkuliah atau bekerja adalah hal yang sama-sama menguntungkan bagi siapa saja yang berkomitmen dalam dirinya. Menjadi seorang mahasiswa, kita dibekali akan bagaimana cara menghadapi dunia luar yang keras. Seorang mahasiswa tidak harus dituntut dalam setiap mata kuliah yang mereka ambil harus bisa, mereka bisa saja mengikuti perkuliahan hanya untuk mendapatkan grade nilai A. Disetiap Universitas berbeda tata cara penyampaiannya. Setiap mahasiswa harus mampu mengikuti setiap prosedur-prosedur apa saja yang sudah ditetapkan oleh Perguruan tinggi.

Dunia Pendidikan


Semua yang berhubungan dalam dunia pendidikan sangatlah berpengaruh besar bagi semua peserta didik. Tidak hanya materi pelajarannya saja, melainkan dari cara pergaulan dan cara guru menyampaikan setiap materi yang diberikan. Peserta didik akan mencerna dan menerapkan hal apa saja yang mereka lihat dan mereka dengar. Bagi persoalan belajar, peserta didik tidak hanya mendapatkan disekolahnya saja, melainkan bisa belajar dirumah ( terutama bagi siswa sekolah dasar ). Seiring berjalannya waktu, pelajaran yang diberikan akan semakin rumit dan sulit, karena kurikulum yang kian maju para peserta didik akan lebih menguras pola pikir mereka. Banyak sekali orangtua murid yang memasukkan anaknya ke bimbingan belajar diluar jam sekolah. Hal ini tentu akan lebih membuat anak-anak sibuk akan waktunya yang terkuras untuk belajar. Para orangtua hanya tau kalau anak mereka selalu menghabiskan waktu untuk belajar, tanpa mereka tau bahwa anak-anak juga perlu yang namanya refresing.