(
Kriing.. kring.. kriing… ) bel sekolah pun berbunyi tanda hari telah
menunjukkan pukul 07.00, waktunya kami untuk berbaris di depan kelas sebelum
memasuki ruang kelas. Seperti biasa kami melakukan baris-berbaris sebelum masuk
kelas dan tidak lupa sambil memeriksa kuku terlebih dahulu. Kalau ada kuku yang
panjang pasti kami selalu di pukul dengan penggaris panjang bahkan ada yang
sampai memakai sapu lantai. Namanya kami masih anak SD pastilah kami sering
sekali melakukan pelanggaran ini. Saya mendapat urutan paling depan pada saat
itu. Aduuuhh…( ujar saya ) ketika pemimpin barisan memukul tangan saya karna saya
lupa memotong kuku dirumah. Satu persatu saya dan teman-teman memasuki ruang
kelas sambil bercanda satu sama lain dan saya pun duduk di salah satu bangku,
tepatnya di pojok kanan baris nomer 2.
Tidak lama saya duduk, ada seorang
anak perempuan pindahan dari sekolah lain yang ingin duduk di bangku saya,
dengan rasa canggung dia perlahan menduduki bangku di sebelah saya. Saya pun
menegor sapa dia,
Haiii..
nama kamu siapa ? ( ujar saya )
Namaku
ayu
Salam
kenal yaaa ayu ( ujar saya )
Hari ini pun pelajaran pertama
dimulai. Jadwal hari ini ialah pelajaran menggambar, dimana saya dan
teman-teman yang lain telah membawa perlengkapan menggambar dari rumah. Bu guru
menyuruh kami untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 2 orang. Berhubung
saya duduk dengan ayu, maka saya putuskan untuk membuat kelompok berdua. Saya
merasa bingung mau menggambar apa. Ayu dengan asiknya dia menggambar Hotel
Bintang 5. Tanpa pikir panjang saya pun membantu dia untuk membuat gambar hotel
bintang 5, sambil tertawa saya dan ayu membuat gambar sambil mewarnai.
Tibalah waktu penilaian. Berhubung
saya dan ayu duduk di bangku nomer 2, maka saya mendapat giliran maju kedepan
nomer 2 untuk penilaian. Setelah orang pertama maju maka kini giliran kita
berdua, bu guru melihat-lihat gambar kita berdua dan memberi nilai 90. Waah,
saya dan ayu merasa senang karna mendapat nilai 90, ya walaupun bukan 100 tapi
nilai 90 sudah cukup baik untuk kita. Cukup sudah pelajaran hari ini
berlangsung, waktunya kami untuk pulang kerumah masing-masing.
Keesokan harinya adalah jadwal
olahraga, kami melakukan olahraga kasti. Dimana olahraga ini membagi kami dalam
2 kelompok, kelompok A dan kelompok B. Seperti biasa saya dan ayu satu
kelompok, tergabung kedalam kelompok A. Sekarang adalah giliran kelompok kami
yang main, saya berada diurutan kedua. Setelah orang pertama selesai memukul
bola kastinya, kini giliran saya yang harus memukul. Aduuhh saya takut sekali
pada saat itu, takut terkena kepala saya. Tapi rasa takut itu hilang ketika
saya berhasil memukul bola dan bola terlempar jauh dari lapangan, ini
kesempatan saya untuk kembali menuju ke barisan kelompok A lagi. Selanjutnya
orang ketiga yang mendapat giliran, ini saatnya ayu yang memukul bola. Ayoo ayu
kamu pasti bisa !!! ( ujar saya sambil berteriak ). Sama seperti saya, ayu pun
terlihat dari ekspresi wajahnya yang takut akan terkena kepalanya. Pada saat
bola di lempar, “tuukk” lemparan ayu pun berhasil melambung jauh, dan ayu
mempunyai kesempatan untuk bisa berlari menuju ke barisan A lagi. Kami pun
bersorak ria sambil meledek kelompok B. Begitupun selanjutnya sampai orang
terakhir dan sampai kelompok A bergantian berjaga. Sekian lama kami mengikuti
pelajaran olahraga dan waktu pun sudah menunjukan pukul 12.00, saatnya kami
menyudahkan pelajaran olahraga hari ini dan kami pun pulang kerumah
masing-masing.
Karna sudah memakai baju olahraga,
saya dan ayu pun memutuskan untuk bermain dahulu di depan rumah ayu, kita
bermain bola bekel, bermain karet dan bermain monopoli pada saat itu. Kita berdua sangat girang pada saat bermain. Di
dalam rumah ayu, ada bude dan ( alm ) pakde ayu, mereka sangat baik kepada
saya, membuatkan kita berdua makanan dan minuman. Tidak kenal lelah kita berdua
bermain dari siang sampai sore ( maghrib ). Sangkin keasikannya, waktu sudah
menunjukan pukul 18.00 ( jam 6 sore ), saatnya saya untuk pulang karna takut di
marahi pulang terlalu sore, maka saya mengajak ayu untuk kerumah saya, sebagai
bukti bahwa saya bermain dirumahnya.
Sekian lama kita berdua kenal,
sekian lama kita menghabiskan waktu di sekolah maupun diluar sekolah, kini
saatnya kita berdua berpisah karna kita sudah melewati masa kelas 6 SD. Dimana
ayu akan pergi meninggalkan saya dan bude untuk menyusul orangtuanya yang
tinggal di Tangerang, dan ayu pun melanjutkan SMP, SMA dan kuliahnya disana
bersama kedua orangtuanya dan adiknya. Perkenalan ini tidak akan saya lupakan
sampai sekarang. Dan sampai detik ini saya sulit untuk bertemu dengan teman di
masa kecil saya.