Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Kepemimpinan
Suwatno
(2001:161), mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
adalah sebagai berikut :
1.
Faktor genetis
Adalah
faktor yang menampilkan pandangan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena latar
belakang keturunannya.
2.
Faktor sosial
Faktor
ini pada hakikatnya semua orang sama dan bisa menjadi pemimpin. Setiap orang
memiliki kemungkinan untuk menjadi seorang pemimpin, dan tersalur sesuai
lingkungannya.
3.
Faktor bakat
Faktor yang
berpandangan bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang
baik, apabila orang itu memang dari sejak kecil sudah membawa bakat
kepemimpinan.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
A. Faktor Kemampuan Personal
Pengertian kemampuan
adalah kombinasi antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia sebagai
manusia dan faktor pendidikan yang ia dapatkan. Jika seseorang lahir dengan
kemampuan dasar kepemimpinan, ia akan lebih hebat jika mendapatkan perlakuan
edukatif dari lingkungan, jika tidak, ia hanya akan menjadi pemimpin yang biasa
dan standar. Sebaliknya jika manusia lahir tidak dengan potensi kepemimpinan
namun mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkunganya akan menjadi pemimpin
dengan kemampuan yang standar pula. Dengan demikian antara potensi bawaan dan
perlakuan edukatif lingkungan adalah dua hal tidak terpisahkan yang sangat
menentukan hebatnya seorang pemimpin.
B. Faktor Jabatan
Pengertian jabatan
adalah struktur kekuasaan yang pemimpin duduki. Jabatan tidak dapat dihindari
terlebih dalam kehidupan modern saat ini, semuanya seakan terstrukturifikasi.
Dua orang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi satu mempunyai
jabatan dan yang lain tidak maka akan kalah pengaruh. sama-sama mempunyai
jabatan tetapi tingkatannya tidak sama maka akan mempunya pengarauh yang
berbeda.
C. Faktor Situasi dan Kondisi
Pengertian situasi adalah kondisi
yang melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau
akan lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan
organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak
berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas
yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang
mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan.
Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para
pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak.
Komentar :
Dari
pengertian dan penjelasan faktor-faktor diatas dapat disimpulkan bahwa
faktor memimpin dapat diterapkan sesuai dengan jabatan, kondisi maupun
kemampuan personal antar pemimpin dan bawahan. Dengan adanya faktor inilah yang
membuat para pemimpin mampu mengkondisikan dirinya atas tugas dan
kewajiban-nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar